ciri khas makanan jawa barat

NASI  LENGKO
Mengenai nasi lengko, olahan tersebut merupakan perpaduan antara nasi dengan isian berupa sayur dan gorengan, seperti tahu dan tempe goreng, serta daun kucai, mentimun, dan tauge. Untuk memperlengkap dan menciptakan rasa yang enak, ditambah pula dengan taburan saus kacang yang memiliki rasa gurih.
Bahkan terkadang, dengan adanya cabai, membuatnya menjadi bumbu yang pedas dan membuat penikmatnya ketagihan. Selain itu, untuk memperlengkap rasa, ditambahkan pula taburan bawang goreng di atas semua campuran nasi lengko tersebut.
Makanan yang asli dari daerah Cilacap ini, juga sering disebut dengan sego lengko, mengingat bahasa daerahnya nasi adalah sego. Kuliner tersebut bahkan memiliki nilai gizi yang cukup besar, karena adanya tahu dan tempe membuatnya memiliki kandungan protein,
Belum lagi dengan adanya sayuran yang memiliki kandungan serat tinggi. Apabila kamu ingin mencobanya, salah satu rumah makan yang menyediakan menu makanan khas Jawa Barat dan keterangannya ini adalah Nasi Lengko H. Barno yang berada di Tanah Para Wali, Cirebon. Alamat lengkapnya ada di Jalan Pangongan, dan telah terbukti kelezatannya karena telah ada sejak tahun 1968.
2. RUJAK KANGKUNG
Semua orang sudah mengerti apabila olahan dengan nama rujak, sudah pasti identik dengan buah-buahan dengan taburan bumbu kacangnya. Namun berbeanding terbalik dengan rujak kangkung, karena yang dijadikan sebagai bahan bakunya adalah sayur kangkung, bukan buah.
Kelebihan dari penggunaan kangkung adalah untuk mendapatkannya yang lebih mudah, dan juga karena sifatnya yang kering alias tak berair, bisa membuat rasa pedas bumbunya semakin terasa. Selain itu, yang membuatnya unik adalah dalam bumbunya ada bahan dari asam jawa, sehingga bisa menghasilkan rasa pedas dan sensasi rasa masam.
Kuliner yang bisa dikatakan unik ini, ternyata berasal dari Kecamatan Cibingbin, Kuningan, dan dapat dengan mudah ditemui di Kuningan. Walaupun rasanya lebih pedas dan sensasi rasa segar kurang sering muncul, namun ternyata peminatnya begitu banyak dan cukup fanatik.
Makanan yang dibuat dari kangkung yang telah direbus dan dipotong kecil-kecil dan ditaburi bumbu ini dihargai dengan uang mulai 10 ribu rupiah saja. Soal kandungan gizi mungkin tak selengkap rujak buah yang lebih ramai isian, namun adanya kangkung dengan kandungan seratnya yang tinggi adalah alasan tepat mengonsumsinya.
3. NASI JAMBLANG DAUN JATI. 
Mengenai nasi jamblang, sebenarnya olahan ini hanyalah nasi yang diisi dengan sepicuk nasi dengan tambahan lauk dan dibungkus menggunakan daun jati. Namun ada cerita dibalik lahirnya kuliner asli Cirebon ini, yakni dimulai ketika Belanda memerintahkan pembuatan jalan raya Anyer-Panarukan.
Kerja rodi ini membuat warga Cirebon ikut dipekerjakan, akhirnya warga Desa Jamblang membuat nasi dengan bungkus daun jati untuk para pekerja. Namun awalnya hanya memiliki lauk berupa tempe, tahu, dan sambal, tetapi kini telah ada sekitar 40 jenis lauk yang berbeda.
Dalam satu porsinya, nasi jamblang memang hanya menyediakan sedikit nasi, namun akan ditumpuk dengan puluhan lauk, sehingga membuatnya lebih bervariasi. Apalagi pembungkusannya yang menggunakan daun jati, maka bisa menciptakan aroma dan rasa khas kepada nasi, belum lagi daun jati bisa membuat makanan lebih tahan basi.
Makanan khas Jawa Barat dan asal kotanya, yakni di Cirebon, ada yang namanya warung Nasi Jamblang Mang Dul yang terletak di Jalan Cipto Mangunkusumo dengan olahan favoritnya nasi jamblang. Di sana ada sekitar 40-an lauk, di antaranya adalah tahu tempe, sambal, telur, sate, urapan, jenis daging, dan masih banyak lagi pilihannya.
4. MIE KOCOK 
Nama mie kocok mungkin tidak setenar saudaranya, mie ayam yang telah terlebih dahulu menjadi masakan yang ada hampir di seluruh Indonesia. Namun popularitas masakan dengan bahan utama mie telur ini jangan diragukan lagi bila di Jawa Barat, khususnya Bandung.
Dalam satu porsi mie kocok sendiri, bisa diisi dengan mie telur, sawi, tauge, dan daun bawang, namun karena semakin banyak peminatnya, isian seperti daging dan bakso juga masuk ke dalam mangkuknya. Walaupun penggunaan bakso dan daging bisa membuatnya mirip dengan mie ayam atau mie bakso, namun penggunaan mie telur dan rasa kuahnya-lah yang bisa membedakannya.
Menurut cerita, kata kocok berasal dari dikocoknya mie dan tauge pada air panas, sehingga nantinya akan membuatnya layu dan siap disajikan. Namun kini proses pengocokan tersebut tidaklah dipakai oleh produsen-produsen mie kocok di seluruh Indonesia.
Dalam porsi spesialnya dengan tambahan bakso dan daging, mie kocok bisa menjadi makanan yang kaya akan gizi, selain adanya serat pada sayur, kebutuhan protein akan didapat dari dagingnya. Selain gizi, kuliner asal Bandung tersebut menarik untuk dicicipi juga karena rasa gurihnya yang enak dengan banderol harga cuma 10 sampai 15 ribu saja per mangkuknya.
5. DODOL GARUT
Makanan dengan bentuk balok agak memanjang dengan warna khas cokelat bertekstur lembut dan rasanya manis, maka itulah yang dinamakan dodol. Walaupun mirip dengan jenang di Kudus, namun dodol punya tekstur luar yang lebih kering, dan pengemasannya dibentuk kotak, sedangkan jenang dikemas seperti tabung.
Secara umum, dodol dibuat menggunakan tepung ketan, parutan kelapa, dan gula merah, itu adalah rasa original dari panganan ini. Memang masih sederhana, karena diawal kemunculan makanan khas Jawa Barat dari tepung ketan, yaitu tahun 1920-an, masih sedikit penjual dan kreatifitas pembuatnya.
Kini tidak hanya rasa manis dari gula merah saja yang hadir, ada pula puluhan rasa lain yang dibuat oleh berbagai produsen ddol yang menjamur di Garut. Mulai dari rasa buah-buah seperti strawberry, nanas, sirsak, durian, nangka, dan masih banyak lagi, begitu pula dengan aneka rasa lain seperti cokelat.
Bila ingin menikmati dodol, tak sulit menemukan penjualnya di Garut, selain sebagai oleh-oleh, dodol juga kerap dipasarkan ke luar daerah hingga ke luar negeri. Salah satu pabrik pembuatnya adalah Dodol Picnic yang telah ada sejak tahun 1947 Jalan Pasundan No. 102, di sana selain bisa membeli dodol, pengunjung juga bisa berwisata melihat pembuatan dodolnya
6. penyeum 
Peuyeum merupakan sejenis tape yang juga dibuat dengan cara fermentasi, namun pembutannya dilakukan dengan bahan dasar singkong. Jenis ubi tersebut setelah dikukus sudah langsung siap untuk diberi taburan ragi yang memicu pertumbuhan jamur pada singkong.
Pemberian ragi tersebut yang membuat peuyeum memiliki warna putih di sekelilingnya, dan karena ragi inilah rasa singkong berubah menjadi berbeda, karena akan berasa tape. Setelah memberi ragi, singkong harus ditempatkan pada tempat tertutup dan wajib didiamkan selama 2 sampai 3 hari agar rasanya makin nikmat.
Makanan yang dulunya banyak dibuat di daerah Cipeyeum yang membuatnya dinamai peuyeum tersebut telah banyak dijual di Bandung, seperti di pasar maupun tempat wisata. Uniknya, banyak penjualnya yang menjualnya dengan cara menggantungkan peuyeum, tujuannya sih untuk menarik minat pembeli.
Makanan ini bahkan dipercaya mampu menghangatkan tubuh, sehingga sangat tepat dikonsumsi ketika malam tiba atau hawa dingin melanda. Karena banyaknya penjualnya, rata-rata harga peuyeum di setiap tempat hampir sama, dan tergolong murah.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

kreasi boneka dari benang woll ,flaniel

kreasi makanan ringan bolu populer

Pemandangan Air Terjun